Membuat kripik jamur yang renyah

Ada perbedaan yang cukup mendasar dalam membuat kripik jamur dan menggoreng jamur biasa. Dan seringkali ini kurang dipahami sehingga timbulnya pertanyaan..: kog gorengan jamur kami setelah dingin lembek yaa..???

 Dalam teknik menggoreng jamur untuk membuat kripik sangat berbeda dengan menggoreng jamur biasa untuk disajikan hangat. Kalau menggoreng jamur biasa dan disajikan hangat-hangat, teknik menggorengnya sederhana dan sama saja dengan menggoreng kentang goreng, ayam goreng, tempe goreng. Yaitu jamur diberi tepung krispi dan langsung saja digoreng, setelah warnanya coklat dan belum gosong, tiriskan dan sajikan hangat-hangat.., nah.. jamur goreng krispi ini memang enak, tetapi ketika dingin, sama seperti kentang goreng yang dibeli di waralaba seperti kentucky dsb, jamur goreng krispi itu akan lembek..
 Nah, bagaimana jika kita ingin membuat kripik jamur tiram..???
Untuk membuat kripik jamur tiram, teknik menggoreng yang digunakan sedikit berbeda, jamur yang digunakan untuk membuat kripik pun sebaiknya memiliki ciri sebagai berikut:
Jamur hendaknya tidak memiliki kadar air yang berlebihan, tebal, tidak dari simpanan di lemari es, dan juga sebaiknya cukup segar (bukan jamur kemaren misalnya..)
Mengapa disyaratkan demikian..? Agar hasil gorengan lebih baik dan juga tidak cepat gosong…
Jamur digoreng dengan minyak panas, lalu dikecilkan

apinya dengan apinya dan ditunggu hingga garing

Tiriskan sejenak sebelum dilakukan proses spinner

Bagaimana jika memang kondisi jamur terlalu basah.., jamur sortiran, jamur yang sisa (misalnya).. Hal ini bisa diatasi dengan mencucinya terlebih dahulu, atau menyiramnya dengan air panas.. lalu untuk mengurangi kadar airnya, jamur tersebut dikeringkan dengan proses spinner..
 Selanjutnya jamur yang telah disuir-suir (disobek sedikit) tersebut, dicampur dengan campuran tepung bumbu sehingga terbalut merata.., lalu digoreng seperti biasa..
 Pada saat jamur masuk di pengorengan pertama kali, pastikan minyak dalam keadaan panas, setelah kurang lebih 5-10 menit, kecilkan nyala api menjadi api sedang, dan terus digoreng hingga jamur garing benar luar dan bagian dalamnya.. Hal ini perlu untuk dipastikan agar pembuatan kripik bisa jadi sempurna, jangan sampai bagian dalam masih basah atau belum garing, karena inilah yang menyebabkan hasil gorengan akan lembek setelah dinginnya.
Kripik jamur sebelum dispinner dan masih mengandung minyak goreng

Nah, setelah kripik jamur matang, tentunya masih mengandung banyak minyak hasil gorengan, bagaimana menghilangkan minyak tersebut..? Disinilah proses spinner itu digunakan.. dan hasilnya bisa dilihat, kripik jamur sudah hilang kandungan minyaknya dan siap dipasarkan.
 Kripik jamur yang tidak mengandung minyak ini lebih sehat dan tentunya tahan lama..Kenapa tidak menggunakan vacuum frying..?
Di sini perlu sedikit dijelaskan apa itu vacuum friying. Alat ini sebenarnya sungguh luar biasa, vacuum frying dapat menggoreng produk dengan sistem hampa, hasilnya..? Alat ini bisa menggoreng dengan suhu rendah. Jadi jika minyak goreng bersuhu lebih dari 100 derajat C untuk menggoreng, dengan alat ini, bisa menggoreng dengan suhu di kisaran 50 derajat C.
Dengan menggunakan alat ini akhirnya buah-buahan dapat dibuat kripik.. tetapi..? tanpa campuran apapun. Dalam artian, buah itu murni dan langsung dibuat kripik, tidak dicampur tepung dan sebagainya..
Misal Kripik apel, apelnya di goreng langsung dan menjadi kripik apel
Begitu pula dengan salak, mangga, nangka, wortel, pepaya, dan sebagainya..
 Nah.. untuk kripik jamur, tidak perlu menggunakan vacuum frying yang mahal, cukup digoreng biasa sudah bisa, namun dalam prosesnya memerlukan alat spinner yang berfungsi ganda, yaitu pertama mengurangi kadar air pada jamur, yang kedua menghilangkan/meniriskan minyak goreng yang terdapat dalam gorengan kripik jamur tadi..
 Nah.. setelah jadi tinggal pengemasan.. and.. its all about packaging..!!
 Pengemasan kripik jamur ada yang menggunakan plastik, ada yang menggunakan aluminium foil.., untuk yang menggunakan plastik, sebaiknya gunakanlah plastik yang tebal agar keawetan terjaga.., tetapi bisa juga menggunakan plastik dengan ketebalan sedang jika memang segmentasi pasar yang dituju adalah di sekolahan, agar biaya produksi tidak terlalu tinggi..
Tetapi yang terbaik memang menggunakan aluminium foil.. mengapa..? karena kerenyahan rasa dan keawetan produk dapat terjaga dengan lebih baik..
Aluminium foil memang banyak digunakan untuk produk makanan kecil…, kalau tidak percaya, jalan-jalanlah ke supermarket, semua produk makanan kecil kebanyakan menggunakan aluminium foil..
Nah.. tinggal kita mau jualan ke mana..? Tentukan segemntasi pasarnya yang selanjutnya bisa “bermain” di wilayah itu..

Posted on Mei 26, 2011, in Agribisnis, Aneka Resep, Bisnis Jamur Organik and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Membuat kripik jamur yang renyah.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: