Pemilihan PDA (F0) yang baik

Ketika kita sudah berhasil dalam membuat indukan PDA, jangan lupa untuk bersyukur kepada ALLAH SWT. Sungguh pembiakan jamur tiram dalam teknik budidaya…jamur tiram putih ini merupakan keajaiban yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran ALLAH SWT. Ini pun hanya salah satu keajaiban dari jutaan keajaiban di alam dari ciptaanNYA.

Bayangkan saja.., hanya dari indukan jamur kecil seperti foto di bawah ini.., InsyaALLAH sudah dapat menghasilkan 4 botol PDA, Subhanallah.. Kami masih selalu takjub akan keajaiban dari ciptaan ALLAH SWT ini.

Indukan yang dipilih untuk dibiakkan ke PDA
Ini juga contoh jamur indukan untuk PDA

Bagaimana tidak.., jika indukan tadi diletakkan di botol ceper, InsyaALLAH dapat menghasilkan 25 botol F1. Padahal dari 1 botol F1 saja, bisa untuk menghasilkan 60 botol bibit F2. Satu botol bibit F2 dapat menghasilkan sekitar 30 baglog..

Jadi jika diurut, satu jamur kecil tadi –> jadi 4 botol PDA –> 100 botol F1 –> 6000 botol F2 –> 180.000 baglog jamur tiram putih.. Yang jika per baglog menghasilkan sekitar 400gram jamur tiram, maka dari 180.000 baglog tadi akan menghasilkan InsyaALLAH sekitar = 72.000kg jamur tiram atau 72 TON..!!!! Subhanallah…
Sungguh benar firmanNYA yang mengatakan suatu kebajikan itu pahalanya akan dikalikan 10 lalu dikalikan 70 lalu dikalikan 100 bahkan tak terhingga.. dan ALLAH SWT akan melipatgandakan balasan kebaikan kepada orang yang dikehendakiNYA…
Untuk itu janganlah berputus asa jika masih gagal dalam membuat kultur PDA, karena sungguh, modalnya hanya panci presto saja, InsyaALLAH sudah bisa membuat kultur PDA. Jika tidak punya.., ya pinjam saudara.., jika tidak ada, ya pinjam tetangga.., masa sih tetangga satu RT ngga ada yang punya panci presto..??!! Hari gini gitu loh..
Nah.. sekarang mari kita bahas sedikit mengenai bibit PDA yang sudah berhasil dibuat tadi. Sungguhpun jika kita berhasil, ternyata masih ada PR yang harus diperhatikan. Dalam memilih indukan untuk dibuat kultur sporanya, kita hanya berdasarkan kasat mata saja. Kita tidak tahu apakah indukan yang dipilih tadi memiliki spora yang baik, banyak atau tidak.
Namun ternyata itu dapat terlihat pada penyebaran miselia pada PDA.
PDA yang baik, sebaran miselianya seperti membentuk gelombang.. tebal dan bertumpuk tumpuk. Sungguh indah sekali jika disaksikan. Hal ini dapat diperhatikan pada foto berikut ini:

Contoh miselia PDA tebal dan bergelombang
PDA yang baik ini InsyaALLAH akan menghasilkan F1 yang baik pula, yang selanjutnya akan menghasilkan F2 dengan kualitas baik. Juga bisa terasa setelah memproduksi baglog. Jamur yang dihasilkan bisa tebal, baik dan menyenangkan bentuknya jika dilihat.
Adapun jika penyebaran miselia tipis seperti pada foto berikut ini, sebaiknya walaupun tidak gagal, disortir saja dan jangan diturunkan pada bibit F1. Karena akan berpengaruh selanjutnya pada pembuatan F2 dan baglog jamur tiram putih..
Contoh penyebaran miselia PDA yang kurang baik

Pebudidaya jamur tiram putih seperti kami pun sesungguhnya hanya bermodalkan alat-alat dan tempat yang sangat sederhana. Tidak dilengkapi laboratorium yang memadai, ruangan lab steril seperti yang layak digunakan. Tetapi janganlah patah arang, semuanya secara kasat mata juga dapat teramati langsung.. Jadi InsyaALLAH prosesnya pun tidak akan membutuhkan biaya yang besar.. Yah.. kata orang, dimana ada kemauan, di sana ada jalan..

InsyaALLAH… maka.. berusahalah.., “ALLAH tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya..” Sumber : Fithrawan Satriyanto ,ST

Posted on Mei 10, 2011, in Jenis Jamur, Teknik Budidaya and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Pemilihan PDA (F0) yang baik.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: