Dari Laboratorium hingga Misellium Tersebar (Kisah Bibit Jamur Tiram)

Bibit yang baik sangat dianjurkan untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas jamur yang maksimal. Asal mula bibit diperoleh dari…pemilihan jamur (tubuh buah) yang baik menurut ukuran maupun jumlah batang per rumpun atau daya tahan terhadap penyakit dan lain sebagainya.

Jamur kemudian dibawa ke laboratorium untuk diisolasi sporanya dalam keadaan steril. Isolasi spora ini dilakukan pada cawan petri berisi media PDA (Potato Dextrose Agar). Spora kemudian berkecambah dan membentuk hifa (benang halus cendawan). Hifa semakin kompleks membentuk misellium (kumpulan hifa). Tahap inilah yang disebut bibit induk (F0).

Bibit induk ini kemudian diinokulasi (ditanam / ditularkan) dalam media baru berupa biji-bijian murni berupa jagung, millet, gandum, shorgum, atau padi. Penanaman ini merupakan keturunan pertama dan kemudian disebut F1 atau starter.

Masih dalam keadaan steril, bibit F1 (starter) dipindahkan ke media lain berupa campuran biji-bijian, serbuk kayu, dedak / bekatul dan kapur. Penanaman ini adalah keturunan kedua dan disebut F2 atau bibit produksi.

Bibit produksi dapat dipindahkan lagi ke media baru lainnya menjadi keturunan ke-tiga (F3). Mulai dari tahap inilah tidak umum lagi disebut sebagai bibit tetapi sudah merupakan media produksi.

Tidak melekatnya kata bibit pada F3 dan seterusnya disebabkan karena telah menurunnya kualitas jamur yang akan dihasilkan.Penggunaan bibit yang mendekati F0 akan lebih baik dibandingkan dengan yang menjauhinya. Oleh karena itu mulai bibit ini dan seterusnya tidak dianjurkan untuk skala usaha.

Penggunaan bibit F1 sebagai bibit produksi juga tidak umum karena beberapa alasan:

1. Produsen F1 enggan menjual bibit F1 yang sangat berharga karena:

a. Dapat melipatgandakan pendapatan
b. Membatasi pesaing penjualan bibit F2
c. Kontrol harga bibit F2 agar tidak terlalu rendah di pasaran
2. Harga bibit sangat mahal untuk dijadikan bibit produksi
3. Keuntungan produksi yang diperoleh tidak signifikan

Posted on Mei 10, 2011, in Jenis Jamur and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Dari Laboratorium hingga Misellium Tersebar (Kisah Bibit Jamur Tiram).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: