Agar panen banyak/wajar, ini PERLU DIPERHATIKAN..!!

Bagi pemula, bahkan bagi yang sudah lama bergelut di bisnis jamur tiram ini, terkadang kita kurang tahu apakah progress panen…pada kumbung jamur tiram kita sudah normal/optimal.

Banyak juga yang mengeluhkan kenapa kog panen jamur tiram pada kumbungnya sedikit?

Bagaimana menilai bahwa jumlah jamur yang dipanen pada kumbung itu normal atau tidak..?
Dan bagaimana pula untuk bisa mendeteksi apabila jumlah panen tersebut dibawah standar?
Panen jamur bisa dikatakan baik/wajar/banyak apabila memenuhi beberapa indikasi berikut ini:
1. Kestabilan panen
Kami pernah menulis sebelumnya bahwa jumlah baglog yang panen pada suatu kumbung berfluktuasi antara 3% hingga 10% dari jumlah baglog yang ada. Jadi jika kita memelihara 1000 baglog, maka setiap harinya jumlah baglog yang mengeluarkan jamur tiram putih adalah 30 buah hingga 100 buah baglog.
Jika berat rata-rata jamur tiram yang dipetik di tiap baglognya memiliki berat 100gram, maka hasil panen hariannya berkisar antara 0,1×30= 3kg hingga 0,1×100= 10kg.

Berat satu tangkai jamur tiram bisa mencapai 100gram lebih

Dalam pengalaman kami, kisaran rata-rata per 1000 baglog adalah kurang lebih menghasilkan 4kg-5kg jamur tiram putih. Jadi jika merawat 5000 baglog tinggal dikalikan saja = 20kg-25kg per hari, dan seterusnya jika 10.000 baglog.

2. Progress panen pada bulan pertama dan kedua
Karakteristik panen jamur tiram putih jenis florida dan ostern memang bierbeda, tetapi kalau direkapitulasi hasilnya pada bulan pertama dan kedua, hasilnya hampir sama.
Diasumsikan hasil jamur totalnya adalah 30% dari berat baglog (baca berapa hasil panen jamur tiram total), jika berat baglog 1400gram (1,4kg), maka target panen adalah = 0,3*1400 = 420gram (4,2ons). Ini jumlah panen yang sangat optimis dan baik, jadi per 1000 baglognya diharapkan akan menghasilkan panen total 420kg dalam 4-5bulan masa panen.
Nah.., progress panen yang wajar/baik dari target tersebut adalah:
Pada bulan pertama, kira-kira sudah mencapai 35% dari target panen = 147kg
Pada bulan kedua, kira-kira sudah mencapai 65% dari target panen = 273kg.
Jadi, jika progress panen pada kumbung kita tidak mencapai angka itu, bisa dikatakan bahwa ada masalah yang harus diperhatikan. Tetapi jika tidak terlalu jauh capaiannya, ya bisa dikatakan juga masih wajar. Kalau lebih.. Alhamdulillah tentunya..

3. Rekapitulasi hasil total
Rekap total ini hanya bisa dilakukan jika sudah mencapai 4bulan masa produksi. Di sini kita sudah tidak bisa berbuat banyak jika jumlah panen dibawah target, karena baglog sudah melewati masa produksinya. Ini tentunya ditandai dengan baglog yang sudah kempes dan ringan. Bagi sebagian pebudidaya mungkin juga ada yang bisa hingga 6bulan. Tetapi bagi kami, umur yang pendek ini agar perputaran bisnis bisa lebih cepat. Hasil panen total jamur per baglognya seperti yang telah dibahas sebelumnya yaitu berkisar antara kurang lebih 30% dari berat baglog.
Dari ketiga indikasi tersebut, InsyaALLAH sudah bisa ditentukan, apakah panen jamur tiram pada kumbung kita normal atau kurang baik. Penting kiranya diperhatikan, jika indikasi kurang baik panen tersebut sudah dideteksi pada bulan pertama, agar kita bisa segera menentukan langkah berikutnya untuk melakukan identifikasi masalah dan segera melakukan perbaikan.

Ada baiknya juga referensi tentang pola pertumbuhan jamur tiram berikut diperhatikan juga untuk menilai normal tidaknya panen jamur di kumbung.

Jika Ternyata panen tidak baik, (kurang banyak) ada beberapa sebab yang PERLU DIPERHATIKAN, YaiTU..:
1. Kadar/takaran nutrisi pada baglog kurang baik/tidak sesuai.
Takaran yang baik yang terkandung dalam baglog biasanya adalah kandungan sekitar 15%-20% akumulasi kadar tepung jagung dan bekatul. Boleh juga ditambah sedikit air gula. Tetapi pada jenis kayu tertentu terkadang penambahan aditif seperti air gula malah tidak sesuai. Nah.., apabila kadar takaran ini kurang, walaupun tumbuh miselium, terkadang jumlah jamur yang dipanen kurang baik.
2. Bibit yang kurang baik.
Hal ini sudah kami bahas sebelumnya. Intinya memang harus digunakan strain bibit yang berkualitas untuk menghasilkan panen yang baik pula.

3. Kontaminasi dan gangguan hama.
Pada saat di kumbung, bisa jadi ada gangguan dari bakteri tertentu, hama ulat, siput kecil, dsb. Ini terjadi bukan karena baglog yang kurang matang pada proses sterilisasi, tetapi kondisi kumbung itu sendiri yang kurang bersih. Penting dilakukan, sebelum diisi baglog, kumbung disterlisasi dengan menggunakan formalin 4% atau bisa juga dengan menggunakan fungisida. Bersihkan kumbung dengan baik, dan usahakan lingkungan sekitar kumbung pun hendaknya bersih. Dalam artian di sekitar kumbung kalau bisa jangan ada tempat pembuangan sampah atau sejenisnya.

4. Kumbung terkena banyak kontaminasi gas, asap, CO2..
Perkembangan jamur memerlukan oksigen sebagai pemicu tubuh buah. Kontaminasi asap atau Co2 yang berlebihan masuk ke dalam kumbung tentunya dapat menghambat perkembangan atau pembentukan tubuh buah. Akhirnya baglog gagal atau hanya sedikit menghasilkan jamur. Usahakan pembangunan kumbung jauh dari lokasi pembakaran sampah, bengkel motor, dan apapun yang menghasilkan asap. Lebih bagusnya kalau dekat dengan pepohonan.

5. Tata cara panen dan perawatan yang salah
Perawatan sangat penting, ini dikarenakan pemanenan jamur adalah setiap hari. Cara panen yang benar adalah mencabut jamur hingga akarnya secara sempurna, bahkan hingga gergajiannya ikut juga. Pencabutan yang tidak sempurna menyebabkan tertinggalnya sisa tangkai di mulut baglog, hal inilah yang menyebabkan menghalangi panen berikutnya dan bahkan jika membusuk dapat menyebabkan munculnya ulat, bakteri, dan mengkontaminasi baglog.

Perawatan memang sebaiknya dilakukan dengan teliti per baglog

Jadi cara panen yang benar disertai dengan selalu memeriksa kebersihan baglog sangat menentukan hasil panennya.

6. Kurangnya sirkulasi udara dan cahaya
Apabila pada masa inkubasi untuk perkembangan miselium tidak memerlukan oksigen, sebaliknya pada saat fase penumbuhan jamur, sangat diperlukan oksigen sebagai pemicu tumbuhnya. Jadi kumbung yang kurang baik sirkulasi udaranya akan berpengaruh pada hasil panen nantinya. Ini juga terkait dengan jumlah baglog yang terlalu padat dan banyak pada kumbung, akhirnya karena sirkulasi udara kurang, jamur yang dihasilkan pun kurang baik dalam kuantitas. Standar pembuatan kumbung yang baik memang masih terus dicari, tetapi beberapa referensi kumbung pada posting kami sebelumnya bisa menjadi pertimbangan.

7. Kelembaban udara yang kurang..
Kelembaban udara yang diperlukan agar dihasilkan jamur yang baik berkisar antara 80%-90%. Apabila kelembaban udara kurang, dikhawatirkan baglog akan mengering, ini yang menyebabkan jumlah panennya akan berkurang, karena kadar air dalam baglog harus stabil di kisaran 70%, jika berkurang, maka akan kurang juga jamurnya atau malah gagal menumbuhkan jamur.

8. Kadar air dalam baglog yang berlebihan
Ini malah kontradiksinya, kadar air dalam baglog harus pas. Jika berlebih, dikhawatirkan akan memicu kontaminan yang akhirnya baglog akan gagal menumbuhkan jamur tiram.
Mungkin masih ada beberapa hal lagi, tetapi memang umumnya berkisar antara perawatan baglog di dalam kumbung..
Memang untuk merawat baglog jamur tiram, diperlukan ketelatenan, ketelitian, dan juga harus rajin dalam artian menjaga higinitas dan kebersihannya. Kumbung yang dirawat dengan baik akan berpotensi menghasilkan jamur tiram dalam jumlah yang banyak pula..
Pengalaman kami, ada kumbung yang perawatannya optimal, dari 6500baglog ukuran 1,4kg dapat menghasilkan jamur sebanyak 3000kg (3ton) dalam waktu 130hari..

Tetapi sebaliknya, ada kumbung yang kurang dirawat dengan baik, dari 5900baglog ukuran 1,4kg hanya menghasilkan jamur sebanyak 1700kg saja.

Intinya.., semua kembali kepada kita sendiri… tidak ada bisnis atau usaha yang hasilnya bisa optimal jika tidak dengan benar diperhatikan

Posted on Mei 10, 2011, in Agribisnis, Teknik Budidaya and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Agar panen banyak/wajar, ini PERLU DIPERHATIKAN..!!.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: