PROSPEK BISNIS JAMUR TIRAM

Selain potensi bisnis jamur tiram yang produksinya banyak digemari masyarakat ada beberapa alasan yang bisa dipertimbangkan untuk memulai bisnis ini antara lain:

1. Budidaya Jamur Tiram hanya memanfaatkan limbah organik yang banyak melimpah ditengah masyarakat,murah dan mudah didapat

2. Permintaan jamur tiram yang standar di pasaran, karena jamur tiram sudah terposisi sebagai jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, jamur tiram yang mempunyai cita rasa yang lezat juga bergizi tinggi dan bisa digunakan sebagai makanan alternatif untuk pengobatan.

3. Budidaya Jamur Tiram fleksibel sehingga bisa dijalankan siapa saja, dimana saja,kapan saja dan tidak mengenal musim.

Popularitas jamur tiram (Pleurotus sp) belum sanggup menandingi jamur merang.

Hal ini dikarenakan suplier dari jamur tiram belum begitu banyak. Kalaupun ada petani-petani jamur tiram banyak diambil oleh pedagang besar dan langsung ke industri / franchiser / restoran.  Kita lebih mudah menjumpai jamur merang daripada jamur tiram.

Dari sisi supply permintaan jamur tiram di daerah budidaya (rawa barat,  Jawa Tengah, Jawa Timur) masih kurang, apalagi di daerah seperti Kalimanatan, Sulawesi dan Sumatera.  Dari sisi permintaan, jamur tiram kini mulai dibutuhkan dari pasar tradisional, supermarket, hotel berbintang sampai dengan franchise-franchise jamur goreng dan industri snack jamur goreng yang mulai marak. Adapun produksi jamur tiram baru mencapai 2,5 – 3 ton /hari. Ini berarti terdapat gap sebesar 4 – 7 ton /hari, yang sedikitnya dapat diisi dalam rencana budidaya jamur tiram ini. Meski demikian, jamur tiram kini mulai tersedia di sejumlah pasar modern (mall/supermarket). Bahkan sejumlah restoran besar maupun hotel berbintang di Indonesia pun menyediakan menu jamur tiram.

JAMUR tiram tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tapi juga mengandung gizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan manusia. Menurut penelitian Departemen Sains Kementerian Industri Thailand, jamur tiram mengandung karbohidrat (50,59 %), protein ( 5,94 %), serat (1,56 %), dan abu (1,14 %), dengan kandungan lemak sangat rendah (0,17 %). Setiap 100 gram jamur tiram segar mengandung 45,65 kalori, 8,9 mg kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B1, 0,75 mg vitamin B2, dan 12,40 mg vitamin C.

Hasil penelitian secara klinis menyebutkan, kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan anemia. Senyawa ini juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio, influenza, serta kekurangan gizi.

About these ads

Posted on Mei 12, 2011, in Agribisnis, Bisnis Jamur Organik and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dimatikan.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: