Pembibitan Jamur

Pembibitan merupakan tahapan budidaya yang memerlukan ketelitian tinggi karena harus dilakukkan dalam kondisi steril dengan menggunakan bahan dan peralatan khusus…
Mereka yang tdk memiliki sarana lengkap, minim pengalaman, dan kurang ketelitian, sebaiknya membeli bibit dari produsen yang khusus menyediakannya.

Dalam kegiatan pembibitan dikenal dengan istilah pembiakan tahap pertama, pembiakan tahap kedua, pembiakan tahap ketiga dan pembiakan tahap keempat.

  • Pembiakan tahap pertama >> biakan murni >> F.0
  • Pembiakan tahap ke dua >> bibit sub.kultur >> F.1
  • Pembiakan tahap ke tiga >> bibit induk >> F.2
  • Pembiakan tahap ke empat >> bibit semai >> F.3

Penjelasan tentang bibit jamur.
Pembiakan tahap pertama (f.0) menghasilkan kultur murni, yaitu sebuah media khusus berisi miselium jamur yang sdh teruji sifat unggulnya, misalkan berukuran besar dan berproduktivitas tinggi. Kultur murni inilah yang digunakan untuk menghasilkan biakan tahap kedua (f.1) (subb.kultur) dan ketiga (f.2)(bibit induk).
Ada empat tahap yang dilakukkan dalam pembuatan kultur murni yaitu pembuatan media, pemilihan induk, isolasi dan inkubasi.

Pembiakan tahap kedua (f.1) (dengan istilah bibit sub.kultur) bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Pada dasarnya, langkah-langkah yang dilakukkan dipembiakan (f.1) tidak berbeda dengan pembiakan (f.0), meliputi penyiapan bahan, inokulasi dan inkubasi. Hanya media yg digunakan berbeda.

Media untuk pembiakan (f.1) harus memenuhi persyaratan ideal pertumbuhan miselium jamur yaitu banyak mengandung unsur C (karbon) dan bentuk karbohidrat, unsur N (nitrogen) dalam bentuk amonium dan unsur Ca (kalsium) yang berfungsi menetralkan asam oxalat yang dikeluarkan miselium. Oleh karena itu, media dengan bahan campuran serbuk kayu dan biji-bijian dianggap lebih baik karena kandungan unsur-unsur yang dibutuhkan jamur lebih lengkap dibandingkan dengan yang berbahan serbuk kayu saja.

Pembiakan tahap ke tiga (f.2) bertujuan sama yaitu untuk memperbanyak miselium jamur yang berasal dari pembiakan (f.1). Media yang digunakan sama termasuk langkah kerjanya.

Pembiakan tahap ke empat (f.3) atau disebut juga bibit semai / baglog / media tanam, bertujuan adalah untuk menumbuhkan jamur. Media yang digunakan serbuk kayu, dedak, CaCO3, CaSO4 dan bahan pendukung lainnya.

Langkah kerjanya adalah :

  1. Pencampuran bahan.
  2. Pengkomposan adonan.
  3. Pewadahan.
  4. Sterilisasi dan pendinginan.
  5. Inokulasi.
  6. Inkubasi >> pertumbuhan miselium didalam baglog.

Komposisi campuran untuk membuat baglog atau media tanam :

  • 100 kg serbukkayu.
  • (10 – 15) kg dedak.
  • 3 kg CaCO3 (kapur).
  • 0,50 kg CaSO4 (gips).
  • 1,50 kg tepung jagung.

Bila membutuhkan bibit jamur induk (f.2) silahkan hubungi PD. Cahya Mandiri Mashroom, selain kami menjual bibit juga akan membimbing tata cara membuat bibit semai (baglog / media tanam) dan tata cara memelihara bibit semai (baglog / media tanam) agar menghasilkan jamur yang maksimal.

Bagi petani budidaya jamur yg sdh mahir membuat bibit semai (baglog / media tanam), bibit jamur induk (f.2) produk ” PD. Cahya Mashroom ” masih dapat diurai menjadi f.3, dgn tujuan untuk menekan anggaran pembelian bibit, contoh hitungan : (dengan syarat kwalitas bibitnya jelas turunan dan bermutu), 1 botol bibit jamur induk (f.2) sebelum dipakai diurai terlebih dahulu menjadi bibit jamur sub.induk (f.3) >> 1 btl : (30 atau 40) bh. Kemudian 1 bh bibit jamur sub.induk (f.3) dipergunakan untuk bibit semai (baglog/media tanam) >> 1 bh : (10 atau 20) baglog. Kesimpulan >> 1 btl (f.2) = (300 atau 800) bh baglog.

Perhitungan anggaran pembelian bibit jamur induk (f.2)
Misalkan harga per botol kita ambil yang maksimal sampai ditujuan dengan kwalitas bibit bagus (baik) Rp 30.000,- >> anggaran bibit jamur untuk bibit semai / baglog adalah Rp 30.000 : 800 baglog = Rp 37,50,- dibulatkan menjadi Rp 100,- >> kesimpulan irit (murah).

Bahan atau komposisi untuk membuat bibit jamur sub.induk (f.3) sama seperti membuat bibit semai (baglog/media tanam), bedanya di kantong plastik type PP uk.15/30/0.3 berat jadi 0,50 kg. Dari berat serbuk kayu 100 kg membutuhkan >> (dedak 25 kg, tepung jagung 5 kg), CaCO3 (3 kg) dan CaSO4 (0,50 kg).

Berminat dengan Produk Bibit ” PD. CAHYA MANDIRI MASHROOM “

About these ads

Posted on Mei 12, 2011, in Bibit Jamur, Pelatihan, Teknik Budidaya and tagged . Bookmark the permalink. Komentar Dimatikan.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: